Pages

29 Desember 2012

Rahasia di Balik Kab. Lima Puluh Kota dan Negeri Sembilan Malaysia


Istilah Kota Kembar atau Sister City mungkin sudah banyak diketahui masyarakat Indonesia. Kota Kembar adalah konsep penggandengan 2 kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Kota kembar biasanya memiliki persamaan demografi dan masalah yang dihadapi. Biasanya hubungan kota kembar ini dalam sistem pendidikan (pertukaran pelajar), kerjasama bidang budaya dan pariwisata dan lain sebagainya.
Contoh kota kembar di Indonesia seperti Bandung
 dengan kota-kota dibawah ini 

  • Bendera Amerika Serikat Fort Worth, Amerika Serikat
  • Bendera Jerman Braunschweig, Jerman
  • Bendera Italia Bari, Italia
  • Bendera Australia New South Wales, Australia
  • Bendera Australia Bega Valley, Australia
  • Bendera Jepang Hamamatsu, Jepang
  • Bendera Republik Rakyat Cina Yingko, Cina
  • Bendera Republik Rakyat Cina Luizhou, Cina
  • Bendera Slowakia Topolcianky, Slowakia
  • Bendera Filipina Cebu, Filipina
  • Bendera Korea Selatan Suwon, Korea Selatan

          Diluar konteks kota kembar ini, ada yang berbeda dengan Negeri Sembilan Malaysia dengan Kab. Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Secara administratif atau sejenisnya, kota ini bukanlah termasuk kota kembar, namun kota ini saya kelompokkan kedalam "Kota Kembar" yang bukan Kota Kembar. Bingung kan ? 

"Rumah Gadang" Sumatera Barat

Kedua kota ini memiliki persamaan pada penduduknya. Mengapa begitu ? sedikit akan saya jelaskan dulu tentang Negeri Sembilan Malaysia. 
Negeri Sembilan Malaysia dikenal sebagai Negeri Sembilan Darul Khusus merupakan salah satu negara bagian federasi di Malaysia. Sejarahnya, daerah ini dibentuk oleh Perantau Minangkabau yang merantau kedaerah Malaka waktu itu. Pada abad ke XI, sistem pemerintahan negeri ini mulai terbentuk sebanyak 9 buah oleh karena itu negeri ini dinamakan Negeri Sembilan karena pada zaman dahulu awal mulanya berdiri daerah ini dimulai dari terbentuknya sembilan kerajaan. Asal usul kedatangan penduduk disini pun kebanyakan dari daerah Sarilamak, Mungka, Simalanggang, Payakumbuh dan daerah sekitarnya. Pada umumnya masyarakat di Negeri Sembilan itu dulu adalah pendatang dari Lima Puluh Kota. 


Minangkabau Style Negeri Sembilan House


Lalu bagaimana dengan bahasanya ? Ya, bahasa kedua daerah ini relatif sama, dapat dilihat pada tabel :


Bahasa Indonesia
Bahasa Minang
Bahasa Negeri Sembilan
Bahasa Masyarakat Lima Puluh   Kota
Empat
Ampek
Ompek
Ompek
Pergi
Pai
Poie
Poi
Dengar
Danga
Donga
Donga
Tengah
Tangah
Tongah
Tongah
Keris
Karih
Koghih
Korih
Besar
Gadang
Godang
Godang
Perut
Paruik
Poghut
Poruk


Dari bahasa kedua daerah ini terbilang sama, hanya ada sedikit perbedaan saja.


Oleh karena itu, kedua daerah ini sangat berhubungan erat sampai sekarang, sampai-sampai pada Pertandingan Sepak Bola antara Semen Padang dengan Negeri Sembilan FA berjuluk Derby Minang. 


Source
Satu Dua Tiga Empat

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver