Pages

26 Desember 2012

Teknik Instruksional : Pengertian, Strategi, Teori dan Medianya

A. Pengertian, Strategi dan Konsep Instruksional


A.1 Pengertian Instruksional


Instruksional berasal dari kata instruction yang berarti pengajaran, pelajaran atau bahkan perintah / instruksi. Menurut Webster’s Third International Dictonary of The English Language menyebut instruksional berarti memberi pengetahuan / informasi khusus dengan maksud melatih berbagai bidang khusus memberikan keahlian / pengetahuan dalam berbagai bidang seni / spesialis tertentu. Sedangkan didunia pendidikan, Intruksional berarti pengajaran / pelajaran.


A.2 Komunikasi Instruksional


Komunikasi pendidikan dan komunikasi instruksional dengan aspek turunannya adalah sebuah proses dan kegiatan komunikasi yang dirancang secara khusus untuk tujuan meningkatkan nilai bagi pihak sasaran, yang dalam banyak hal sebenarnya adalah untuk meningkatkan literasi dibanyak bidang kehidupan bernuansa teknologi komunikasi dan informasi. Komunikasi pendidikan yang dimaksud adalah komunikasi yang sudah merambah / menyentuh dunia pendidikan dengan segala aspeknya. Sedangkan komunikasi Intruksional merupakan bagian dari komunikasi pendidikan yakni merupakan proses komunikasi yang dipola dan dirancang secara khusus untuk mengubah perilaku sasaran dalam komunitas tertentu kearah yang lebih baik.

A.3 Strategi Instruksional


Istilah strategi berasal dari dunia ketentaraan yang berarti rencana yang menyeluruh untuk mencapai target meskipun tidak ada jaminan akan keberhasilannya. Dalam artian lain, strategi yakni suatu perencanaan menyeluruh atas semua aspek kegiatan dengan rincian pelaksanaan yang runtut sehingga diharapkan dapat menjamin kelancaran dan keberhasilan kegiatan tersebut.


Strategi Instruksional adalah pendekatan menyeluruh atas proses belajar dan mengajar dalam system instruksional yakni merupakan perencanaan penuh perhitungan yang kemungkinan-kemungkinan kegiatannya yang bakal ditempuh dalam pelaksanaan nanri dirinci dengan sadar dan seksama. Upaya-upaya / kegiatan lanjut dari strategi ini adalah metode, teknik dan taktik. Ketiga istilah terakhir ini mempunyai arti penjabaran yang lebih operasional daripada strategi, bahkan dapat dikatakan metode, teknik dan takti yang merupakan kelanjutan kegiatan strategi secara operasional, langsung dan praktis.


A.4 Konsep Instruksional


Konsep Instruksional adalah proses dalam pengelolaan belajar dan mengajar yang didalamnya terdapat komponen dan aspek lainnya seperti manusia dan pesan yang saling berhubungan satu sama lain dan membentuk hubungan yang bersifat sistematik.




B. Teori-teori Belajar

B.1 Teori Bloom

Bloom mengklasifikasikan pengetahuan menjadi 3 hal, yakni :

1. Kawasan Kognitif
a. Pengetahuan [Knowledge]


Pengetahuan merupakan aspek kognitif yang paling rendah tetapi paling mendasar. Dengan pengetahuan individu dapat mengenal dan mengingat kembali suatu objek, ide prosedur, konsep, definisi, nama, peristiwa, tahun, daftar, rumus, teori, atau kesimpulan.

b. Pemahaman [Comprehension]

Pemahaman atau dapat dijuga disebut dengan istilah mengerti merupakan kegiatan mental intelektual yang mengorganisasikan materi yang telah diketahui. Temuan temuan yang didapat dari mengetahui seperti definisi, informasi, peristiwa, fakta disusun kembali dalam struktur kognitif yang ada. Temuan-temuan ini diakomodasikan dan kemudian berasimilasi dengan struktur kognitif yang ada, sehingga membentuk struktur kognitif baru.

c. Penerapan [Application]

Menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah atau menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dikatakan menguasai kemampuan ini jika ia dapat member contoh, menggunakan, mengklasifikasikan, memanfaatkan, menyelesaikan dan mengidentifikasi hal-hal yang sama.

d. Penguraian [Analysis]

Menentukan bagian-bagian dari suatu masalah dan menunjukkan hubungan antar bagian tersebut, melihat penyebab-penyebab dari suatu peristiwa atau memberi argumen-argumen yang menyokong suatu pernyataan.

e. Memadukan [Synthesis]

Menggabungkan, meramu, atau merangkai berbagai informasi menjadi satu kesimpulan atau menjadi suatu hal yang baru. Kemampuan berfikir induktif dan konvergen merupakan cirri kemampuan ini. 

f. Penilaian [Evaluation]

Mempertimbangkan, menilai dan mengambil keputusan benar-salah, baik-buruk, atau bermanfaat tak bermanfaat berdasarkan kriteria-kriteria tertentu baik kualitatif maupun kuantitatif.


2. Kawasan Afektif

Kawasan afektif yaitu kawasan yang berkaitan aspek-aspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya, terdiri dari :

a. Penerimaan (receiving/attending)

Kawasan penerimaan diperinci ke dalam tiga tahap, yaitu :

a. Kesiapan untuk menerima (awareness), yaitu adanya kesiapan untuk berinteraksi dengan stimulus (fenomena atau objek yang akan dipelajari), yang ditandai dengan kehadiran dan usaha untuk memberi perhatian pada stimulus yang bersangkutan.

b. Kemauan untuk menerima (willingness to receive), yaitu usaha untuk mengalokasikan perhatian pada stimulus yang bersangkutan.

c. Mengkhususkan perhatian (controlled or selected attention). Mungkin perhatian itu hanya tertuju pada warna, suara atau kata-kata tertentu saja.

b. Sambutan (responding)

Mengadakan aksi terhadap stimulus, yang meliputi proses sebagai berikut :

a. Kesiapan menanggapi (acquiescene of responding). Contoh : mengajukan pertanyaan, menempelkan gambar dari tokoh yang disenangi pada tembok kamar yang bersangkutan, atau mentaati peraturan lalu lintas.

b. Kemauan menanggapi (willingness to respond), yaitu usaha untuk melihat hal-hal khusus di dalam bagian yang diperhatikan. Misalnya pada desain atau warna saja.

c. Kepuasan menanggapi (satisfaction in response), yaitu adanya aksi atau kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk memuaskan keinginan mengetahui. Contoh kegiatan yang tampak dari kepuasan menanggapi ini adalah bertanya, membuat coretan atau gambar, memotret dari objek yang menjadi pusat perhatiannya, dan sebagainya.

c. Penilaian (valuing)

Pada tahap ini sudah mulai timbul proses internalisasi untuk memiliki dan menghayati nilai dari stimulus yang dihadapi. Penilaian terbagi atas empat tahap sebagai berikut :

a. Menerima nilai (acceptance of value), yaitu kelanjutan dari usaha memuaskan diri untuk menanggapi secara lebih intensif.

b. Menyeleksi nilai yang lebih disenangi (preference for a value) yang dinyatakan dalam usaha untuk mencari contoh yang dapat memuaskan perilaku menikmati, misalnya lukisan yang memiliki yang memuaskan.

c. Komitmen yaitu kesetujuan terhadap suatu nilai dengan alasan-alasan tertentu yang muncul dari rangkaian pengalaman.

d. Komitmen ini dinyatakan dengan rasa senang, kagum, terpesona. Kagum atas keberanian seseorang, menunjukkan komitmen terhadap nilai keberanian yang dihargainya.

d. Pengorganisasian (organization)

Pada tahap ini yang bersangkutan tidak hanya menginternalisasi satu nilai tertentu seperti pada tahap komitmen, tetapi mulai melihat beberapa nilai yang relevan untuk disusun menjadi satu sistem nilai. Proses ini terjadi dalam dua tahapan, yakni :

a. Konseptualisasi nilai, yaitu keinginan untuk menilai hasil karya orang lain, atau menemukan asumsi-asumsi yang mendasari suatu moral atau kebiasaan.

b. Pengorganisasian sistem nilai, yaitu menyusun perangkat nilai dalam suatu sistem berdasarkan tingkat preferensinya. Dalam sistem nilai ini yang bersangkutan menempatkan nilai yang paling disukai pada tingkat yang amat penting, menyusul kemudian nilai yang dirasakan agak penting, dan seterusnya menurut urutan kepentingan atau kesenangan dari diri yang bersangkutan.

e. Karakterisasi (characterization)

Karakterisasi yaitu kemampuan untuk menghayati atau mempribadikan sistem nilai Kalau pada tahap pengorganisasian di atas sistem nilai sudah dapat disusun, maka susunan itu belum konsisten di dalam diri yang bersangkutan. Artinya mudah berubah-ubah sesuai situasi yang dihadapi. Pada tahap karakterisasi, sistem itu selalu konsisten. Proses ini terdiri atas dua tahap, yaitu :

a. Generalisasi, yaitu kemampuan untuk melihat suatu masalah dari suatu sudut pandang tertentu.

b. Karakterisasi, yaitu mengembangkan pandangan hidup tertentu yang memberi corak tersendiri pada kepribadian diri yang bersangkutan

3. Kawasan Psikomotor

Kawasan psikomotor yaitu kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari :

a. Kesiapan

Kesiapan yaitu berhubungan dengan kesediaan untuk melatih diri tentang keterampilan tertentu yang dinyatakan dengan usaha untuk melaporkan kehadirannya, mempersiapkan alat, menyesuaikan diri dengan situasi, menjawab pertanyaan.

b. Meniru

Meniru adalah kemampuan untuk melakukan sesuai dengan contoh yang diamatinya walaupun belum mengerti hakikat atau makna dari keterampilan itu. Seperti anak yang baru belajar bahasa meniru kata-kata orang tanpa mengerti artinya.

c. Membiasakan

Membiasakan yaitu seseorang dapat melakukan suatu keterampilan tanpa harus melihat contoh, sekalipun ia belum dapat mengubah polanya.

d. Adaptasi

Adaptasi yaitu seseorang sudah mampu melakukan modifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau situasi tempat keterampilan itu dilaksanakan.

e. Menciptakan (origination) di mana seseorang sudah mampu menciptakan sendiri suatu karya.


B.2 Teori Belajar Behavioristik, Konstruktivis, dan Kognitif


1. Teori Belajar Behavioristik


Teori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fifik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat da kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).


Teori Behavioristik:


1. Mementingkan faktor lingkungan

2. Menekankan pada faktor bagian

3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.

4. Sifatnya mekanis

5. Mementingkan masa lalu


2. Teori Belajar Konstruktivisme


Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompok dalam teori pembelajaran konstruktivis (constructivist theories of learning). Teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Teori ini berkembang dari kerja Piaget, Vygotsky, teori-teori pemrosesan informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain, seperti teori Bruner (Slavin dalam Nur, 2002: 8).

Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut ( Nur, 2002 :8). 

3. Teori Belajar Kognitif


Aspek aspek perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu tahap (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Menurut Piaget, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.

Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
• Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
• Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
• Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
• Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
• Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

B. 3 Teori Belajar Menurut Ahli

1. Clark C. Hul

Dalam teorinya ia mengatakan bahwa suatu kebutuhan harus ada pada diri seseorang yang sedang belajar, kebutuhan itu dapat berupa motif, maksud, ambisi atau inspirasi. Dalam hal ini efisiesni belajar tergantung pada besarnya tingkat pengurangan dan kepuasan motif yang menyebabkan timbulnya usaha belajar individu.

Prinsip penguat ( reinforce) menggunakan seluruh situasi yang memotivasi, mulai dari dorongan biologis yang merupakan kebutuhan utama seseorang sampai pada hasil-hasil yang memberikan ganjaran bagi seseorang. Jadi pada diri seseorang harus ada motif sebelum belajar terjadi atau dilakukan.

2. Piaget

Piaget mengemukakan aspek-aspek perkembangan intelektual anak sebagai berikut :

- Aspek Struktur

Ada hubungnan fungsional antara tindakan fisik, tindakan mental, dan perkembangan berpikir logis anak-anak. Tindakan-tindakan menuju perkembangan operasi-operasi dan selanjutnya menuju pada perkembangan struktur-struktur. Struktur yang juga disebut skemata atau juga biasa disebut dengan konsep yang merupakan organisasi mental tingkat tinggi.

- Aspek Isi

Isi maksudnya adalah pola perilaku anak khas yang tercermin pada respons yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya.

- Aspek Fungsi

Fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Perkembangan intelektual didasarkan pada dua fungsi yaitu organisasi dan adaptasi.

C. Pengertian, Fungsi dan Jenis Media Instruksional

C.1 Pengertian Media Instruksional


Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyampaikan ide, gagasan, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima. (Santoso S. Hamijaya). Media adalah channel / saluran karena pada hakikatnya media telah memperluas / memperpanjangan kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang dan waktu. Dengan media, batas-batas itu seakan tidak ada (Mc. Luchan)


Media Instruksional adalah segala jenis sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional, mencakup media grafis, media yang menggunakan alat penampil, peta, globe dan sebagainya. Atau Media Instruksional adalah peralatan fisik untuk menyampaikan isi instruksional termasuk buku, film, video tape, slide, guru dan perilaku non verbal. Dengan kata lain, media instruksional mencakup perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat bantu belajar. Media instruksional adalah sarana perantara dengan menggunakan alat penampil dama proses belajar mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional meliputi kaset, audio slide, film strip, OHP, LCD proyektor, film, audio, televise dan sebagainya.


Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa media instruksional adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien serta tujuan instruksional dapat dicapai dengan mudah.

C.2 Fungsi Media Instruksional

Manfaat Media Instruksional :

1. Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihatatau mendengar penyajian melalui media, menerima pesan yang sama

2. Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikaan.

3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif.

4. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat.

5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.

6. Pengajaran dapat dilaksanakan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan.

7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan

C.3 Jenis Media Instruksional

a. Dilihat dari sifatnya

1. Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara

2. Media Visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Jenis media yang tergolong kedalam media visual adalah film slide, foto, transparasi, lukisan, gambar dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainnya.

3. Media Audiovisual

Yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.

b. Dilihat dari kemampuan yang dijangkaunya

i. Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak, seperti radio dan televisi. Melalui media ini peserta didik dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus

ii. Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu,seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya

c. Dilihat dari teknik penyampaiannya

1. Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi dan lain sebagainnya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film proyektor untuk memproyeksikan film, slide proyektor, untuk memproyeksikan film slide, OHP. Tanpa alat proyeksi semacam ini, maka media tidak akan berjalan dan berfungsi dengan baik


2. Media yang tidak diproyeksikan, berupa foto , gambar, lukisan dan lainnya.

D. Metode Instruksional

a. Pengertian

Metode Pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional. Tetapi tidak semua metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu

b. Jenis Metode

1. Metode Simulasi

merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.

Kelebihan :


- Dapat menyenangkan siswa

- Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa

- Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya

- Mengurangi hal-hal yang verbalistik

- Menumbuhkan cara berfikir yang kritis


Kekurangan :

- Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset

- Terlalu mahal biayanya

- Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting

- Menghendaki pengelompokan yang fleksibel

- Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa


2. Metode Kerja Kelompok

adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.

Kelebihan :

- Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka

- Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa

- Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah

- Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi

Kekurangan :

- Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang

- Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri

- Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna mengajar yang berbeda pula

3. Metode Ceramah

adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato. Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.

Kelebihan :

- Materi yang diberikan terurai dengan jelas

Kelemahan :

- Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.

- Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar

4. Metode Sumbang Saran

merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.

Kelebihan :

- Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh

- Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya

- Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis

- Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru

- Terjadi persaingan yang sehat

- Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran

- Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru

Kelemahan :

- Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik

- Anak yang kurang selalu ketinggalan

- Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai

- Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan

5. Metode Non-Directive

merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri.

Kelebihan :

- Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan

- Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan menguasahi pengertian yang baik

Kekurangan :

- Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa berbeda

- Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru dalam memahami suatu hal

6. Metode Tanya Jawab

merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.

Kelebihan :

- Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan

- Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar

Kekurangan :

- Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja

- Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai

7. Metode Kasus

merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.

Kelebihan :

- Siswa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya

- Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu

- Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut

- Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan

Kelemahan :

- Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa

- Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi

- Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak

8. Metode Seminar

adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.

Kelebihan :

- Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan

- Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya

- Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah

- Terpupuknya kerja sama antar peserta

- Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat

Kekurangan :

- Memerlukan waktu yang lama

- Peserta menjadi kurang aktif

- Membutuhkan penataan ruang tersendiri

9. Metode Eksperimen

merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.

Kelebihan :

- Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah

- Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori

- Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan

Kekurangan :

- Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah

- Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori

- Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan

10. Metode Dialog

merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab.

Kelebihan :

- Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman, sehingga pengetahuannya menjadi fungsional

- Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat

Kekurangan :

- Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan

- Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat

11. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.

Kelebihan :

- Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikan

- Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih kritis

- Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikiranny

Kelemahan :

- Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu

- Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab

12. Metode Curah Pendapat

adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama





Daftar Pustaka :






2 komentar:

  1. Yuk yang suka taruhan bola, gabung di 7meter.
    Layanan taruhan bola yang profesional.
    Kunjungi hanya ada di Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus
  2. makasiii banget >_<
    membantu sangat buat bikin makalah ^^

    BalasHapus

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver